Showing posts with label Resume. Show all posts
Showing posts with label Resume. Show all posts
Saturday, October 15, 2011 - , 0 comments

Black Jack Simulation

I got a homework from my lecture. He told me to using a simulation of "Black Jack" game to knowing an "Uniform Random Distribution".
I'm using Excel to make it.
Firstly, I make a table which contain "Card Status". In this table, I give the card the code and value.


















The next step, I give the rules for the game (Sorry, the rules is in Bahasa).
 I make an column to random to help me generate percentage of card which
will be shown.
Last step is make an simulation. There are 2 palyer (A and B) on 15 times games.
Here the result, 
If you make an infinite times game, you will known that the Total Win and Total Lose of 2 player will have a little difference. It happen because the "Black Jack" game using "Uniform Random Distribution" method.

 =========================
Name   : Handoko
NIM    : 09.41010.0012
Lecture: Dr. Jusak
Tuesday, September 27, 2011 - , 0 comments

[Resume] Linear Congruential Generators

Linear Congruential Generators atau yang biasa disingkat sebgai "LCG" adalah suatu teknik untuk meng-generate bilang "pseudo random". Rumus dari LCG adalah:
ni = (a.ni-1 + b) mod (m)
Dalam tugas kali ini soal yang diberikan adalah:
A. ni = (7ni-1 + 5) mod (32); n0 = 7
B. ni = (5ni-1 + 11) mod (512); n0 = 535
C. ni = (5ni-1 + 11) mod (512); n0 = ??? (n0 yang dipakai penulis adalah 1920)

Jawaban dari soal diatas adalah:
Monday, September 19, 2011 - , 0 comments

Rule Based System


Rule based System adalah jalan untuk menyimpan atau memanipulasi pengetahuan untuk menintrepentasikan informasi yang berguna. Biasanya sistem ini diimplementasikan dengan aplikasi Artificial Intelligence. Rule based mengandung aturan If-Then dalam pengimplementasinya.

Jikalau ingin membuat Rule Based System untuk masalah tertentu, maka anda harus memiliki:
  1. Sekumpulan fakta untuk mewakili pekerjaan yang nantinya akan dilakukan.
  2. Sekumpulan fakta.
  3. Sebuah kondisi yang menentukan bahwa solusi telah ditemukan atau tidak ada satupun yang exist.
Keuntungan Rule Based System:
  1. Modularity
  2. Uniformity
  3. Naturalness
Kerugian Rule Based System:
  1. Infinite Chaining
  2. Possibility of Contraditions
  3. Inefficiency
  4. Opacity
  5. Complex Domains
Contoh:
Morgan Stanley and Rockwell International adalah sedikit dari perusahaan investasi yang menggunakan Rule-Based System. Efek dari base-rule ini system dapat dengan mudah mengevaluasi tingkat pengembalian dan paparan resiko.
Menulis portofolio secara manual dapat memakan waktu, namun sistem pakar dapat melakukannya dengan sangat cepat dan menghasilkan hasil yang konsisten. Morgan Stanley mengumumkan kenaikan sebesar $ 1 juta laba setelah instalasi nya sistem (Holsapple 17).
Produsen Hanover Trust Co memiliki teknologi sendiri dan kelompok strategis penelitian yang disebut STAR. Perusahaan telah mengimplementasikan six knowledge-based systems.

Perusahaan ini menyebutkan bahwa enam dari setiap delapan kesepakatan yang dihasilkan oleh sistem ini berhasil.
Perusahaan asuransi juga menggunakan sistem pakar. Sebuah studi menunjukkan bahwa 12 dari 28 perusahaan asuransi terbesar di AS telah mengembangkan sistem pakar. New York University telah merancang Actuary Consultant System (ACS) untuk membantu aktuaris dengan mengevaluasi risiko pada kebijakan asuransi jiwa dan cacat.
Jasa perencanaan keuangan biasanya sangat mahal. Sistem pakar mengurangi biaya layanan ini membuat proses perencanaan lebih cepat, mudah, dan lebih konsisten. Pengusaha sekarang dapat menawarkan layanan ini sebagai manfaat kepada karyawan mereka jauh lebih mudah daripada sebelumnya. 


Reference: http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:A23xcV3RGxYJ:www.ajrhem.com/EXPERT.pdf+rule+based+system+advantage&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESgO4uOHQ-Ma7sh2kHwJiX4W4kFABx1TZzs184Finr4twEU1m_ISE6uW1_RxkZXefp-m16tL8JZFni6foFAJG4kC__I0eVWk18Ll0Oy4P-eBMfbpw1w6j08dBkC4d2VjxFoNNhoz&sig=AHIEtbQVT1C9uJIBxS0yhXg-wWECzQhuLg
Monday, September 12, 2011 - , 0 comments

Resume Sistem Pakar 01

Sistem Pakar adalah sebuah program komputer yang mencoba meniru atau mensimulaikan pengetahuan dan ketrampilan dari seseorang pakar pada area tertentu (jusak, 2007).

Sistem pakar mencakup beberapa persoalan mendasar, antara lain siapa yang disebut pakar, apa yang dimaksud dengan keahlian, bagaimana keahlian dapat ditransfer, dan bagaimana sistem bekerja.

Pakar (ahli) adalah orang yang memiliki pengetahuan, penilaian, pengalaman, metode khusus, serta kemampuan untuk menerapkan bakat ini dalam memberi nasihat dan memecahkan masalah. Pakar biasa memiliki beberapa konsep umum:
·           Harus mampu memecahkan persoalan dan mencapai tingkat performa yang secara signifikan ebih baik dari orang kebanyakan.
·           Pakar adalah relatif. Pakar pada satu waktu atau satu wilayah mungkin tidak menjadi pakar di waktu atau wilayah lain. Misalnya, mahasiswa kedokteran mungkin disebut pakar dalam penyakit dibanding petugas administrasi, tetapi bukan pakar di rumah sakit terkemuka.

4 aktivitas Sistem Pakar:
1.      Tambahan pengetahuan (dari para ahli atau sumber-sumber lainnya).
2.      Representasi pengetahuan (ke komputer).
3.      Inferensi pengetahuan.
4.      Pengalihan pengetahuan ke user.

Salah satu alasan digunakannya Sistem Pakar adalah karena Object yang ditanami Sistem Pakar sifatnya “mendokumentasikan” pengetahuan. Jika, dalam suatu rumah sakit terdapat seorang dokter spesialis penting yang kemudian pensiun atau meninggal, maka pengetahuan yang dipunyai dokter spesialis itu akan otomatis hilang juga. Tetapi dengan adanya sistem pakar, maka pengetahuan dokter spesialis itu akan ada meskipun dia telah pensiun ataupun meninggal. Hal ini tentu akan lebih mudah dan murah daripada mencari tenaga dokter spesialis yang sama kembali.

Metode Search Artificial Intelligence:
·         BFS (Breadth First Search)
Breadth First Search yaitu model pencarian yang memakai metode melebar. Untuk mencari hasilnya, model BFS ini menggunakan teknik pencarian persoalannya dengan cara membuka node (titik) pada tiap levelnya.
·         DFS (Depth-first Search)
DFS (Depth-first Search) sering disebut juga pencarian mendalam. Sesuai dengan namanya “pencarian mendalam”, DFS tidak mencari solusi per level, namun mencari pada kedalaman sebelah kiri terlebih dahulu, kemudian bila belum ditemuakn “goal”nya dilanjutkan ke sisi sebelah kanan dan seterusnya sampai ditemukan target/goal.
·         Hill Climbing
Hill Climbing (mendaki bukit) merupakan salah satu variasi metode buat dan uji (generate and test) dimana umpan balik yang berasal dari prosedur uji digunakan untuk memutuskan arah gerak dalam ruang pencarian (search).
Dalam prosedur buat dan uji yang murni, respon fungsi uji hanyalah ya atau tidak. Dalam prosedur Hill Climbing, fungsi uji dikombinasikan dengan fungsi heuristik yang menyediakan pengukuran kedekatan suatu keadaan yang diberikan dengan tujuan (goal).
Downlaod sispak-resume-01.docx
-----------------------------------
NIM : 09.41010.0012 Nama : Handoko
Matakuliah : Sistem Pakar (P3)
Dosen : Anjik Sukmaaji